Fungsi aki dan perawatannya
Baterai atau aki (accumulator) adalah komponen yang menyimpan arus listrik untuk menyuplai sistem kelistrikan. Arus listrik dari aki dihasilkan dari reaksi kimia di dalamnya.
Sebenarnya aki pada kendaraan hanya digunakan untuk menghidupkan motor stater dan menyuplai kelistrikan ketika mesin belum hidup, dikarenakan ketika mesin hidup terdapat generator/alternator sebagai sumber energi listrik yang menyuplai kelistrikan kendaraan keseluruhan termasuk untuk mengecas aki itu sendiri.
Selain sebagai penyimpan energi listrik, aki juga berfungsi untuk meredam fluktuasi tegangan yang keluar dari alternator agar menjadi lebih stabil.
Jenis aki yang paling umum adalah aki Maintenance Free (MF) biasa disebut aki kering dan aki Lead Acid atau aki basah. Kedua aki ini memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.
1). Aki basah adalah aki dengan cairan elektrolit berbentuk cair, cairan elektrolit pada aki ini mudah menguap sehingga diharuskan selalu melakukan pengecekan berkala level air aki dan menambahnya jika kurang, casing aki ini dibuat sedikit transparan agar memudahkan memantau level air aki.
2). Aki kering adalah aki dengan cairan elektrolit berbentuk gel lebih pekat sehingga tidak cepat menguap dan dibantu casing yang mencegah uap keluar, sehingga tidak perlu melakukan perawatan penambahan air aki sesuai namanya aki bebas perawatan.
Bagaimana cara merawat aki mobil agar awet?
1. Memanaskan mobil secara berkala
Ketika mobil tidak dipakai disarankan untuk menghidupkan mesin sekitar 10 menit minimal 2 kali seminggu, hal ini bertujuan agar siklus aki berjalan dan mengantisipasi penggumpalan deposit elektrolit didalam aki, sehingga baterai menjadi lebih awet.
2. Memperhatikan beban kelistrikan kendaraan
Penambahan aksesoris kelistrikan pada kendaraan yang berlebihan akan membuat arus pengisian dari alternator tidak dapat mengisi aki dengan optimal, sehingga berdampak pada kondisi aki yang akan cepat soak.
3. Pemilihan aki sesuai spesifikasi
Ketika melakukan penggantian aki, pastikan kapasitas aki dan jenis aki yang sesuai dengan standartnya. Dikarenakan kemampuan pengisian dari alternator sudah disesuaikan dengan kapasitas standarnya. Jika kapasitas lebih besar atau terlalu kecil maka akan membuat aki tidak mendapatkan arus pengisian sesuai porsinya, dan hal ini akan membuat umur aki menjadi lebih pendek.
4. Periksa terminal aki
Kadang kala pada terminal kabel aki terdapat tumpukan deposit yang dapat menghambat aliran arus listrik, sehingga membuat aki akan cepat tekor. Berishkan jika sudah mulai ada kerak yang timbul.
5. Cek cairan aki (aki basah)
Pada aki basah di anjurkan untuk rutin memeriksa level cairan, dan menambahnya jika kurang. Jika level cairan kurang maka berakibat tidak maksimalnya arus yang dihasilkan dan akan merusak sel baterai.
6. Melakukan pemeriksaan kondisi aki
Ketika melakukan servis rutin seperti ganti oli, disarankan untuk sekaligus mengecek kondisi aki, hal ini bertujuan agar kita tahu kondisi aki dan kita bisa melakukan antisipasi. Atau anda dapat melihat kondisi aki sendiri dari indikator magic eye jika tersedia.
7. Jangan menggunakan sistem kelistrikan berlebihan saat mesin tidak hidup
Ketika mesin tidak hidup maka alternator belum menyuplai listrik ke sistem di mobil, sehingga semua kebutuhan listrik akan disuplai dari aki. Jika arus listrik yang dipakai banyak maka aki akan mengalami over discharge yang akan membuat aki drop dan memperpendek umur aki.
Ada beberapa faktor yang Mempengaruhi usia aki, dari perawatan, kualitas aki, kerusakan pada sistem kelistrikan termasuk alternator, dan lain lain.
Terimakasih
Komentar
Posting Komentar